Kosa Kata Kamus Sosiologi Lengkap dari A Sampai Z - amaterasublog.com

Kosa Kata Kamus Sosiologi Lengkap dari A Sampai Z

Kosa Kata Kamus Sosiologi Lengkap dari A sampai Z

Kosa Kata Kamus Sosiologi Lengkap dari A sampai Z www.amaterasublog.com
Amaterasublog – Hallo teman-teman Sosiologi, dalam artikel kali ini saya akan mengulas tentang Kosa Kata Kamus Sosiologi Lengkap dari A sampai Z.

Kosa Kata Sosiologi, merupakan himpunan kata-kata yang umum digunakan oleh para sosiolog dalam menjelaskan ilmu pengetahuan tentang masyarakat.

Langsung saja berikut ini adalah kumpulan kosa kata Sosiologi yang saya himpun berdasarkan referensi rujukan Kamus Besar Sosiologi dari kosa kata huruf A sampai huruf Z:


Kosa Kata Sosiologi dari Huruf A sampai Z

Daftar Kosa Kata Sosiologi:

A
  • Achive Status: Peningkatan status dalam masyarakat.
  • Action: Perilaku yg bertujuan.
  • Adat Istiadat: Aturan, kebiasaan yang tumbuh dan terbentuk dari suatu masyarakat atau daerah yang dianggap memiliki nilai dan dijunjung serta dipatuhi masyarakat pendukungnya.
  • Agama: Sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal-hal yang suci dan mempersatukan semua penganutnya dalam suatu komunitas moral yang dinamakan umat
  • Agen Sosialisai: Kelompok atau individu yang merupakan media sosialisai dalam bentuk kepribadian seseorang
  • Agen of change: Orang yang relatif aktif berusaha menyebarkan inovasi dalam suatu sistem sosial.
  • Agraris: Hal yang berkaitan dengan kebudayaan tanah atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pertanian.
  • Akomodasi: Kelompok-kelompok manusia yang semua saling bertentangan. Tujuan dari akomodasi adalah terciptanya keseimbangan interaksi sosial.
  • Ajudikasi: Penyelesaian perkara atau pangkal pertentangan di pengadilan.
  • Akulturasi: Campuran kebudayaan asing dgn kebudayaan asli suatu daerah.
  • Alienasi: Keadaan merasa terasing (terisolasi); penarikan diri atau pengasingan diri dari kelompok atau masyarakat; pemindahan hak milik dan pangkat kepada orang lain.
  • Anomi: Perilaku tanpa arah dan apatis: kini muncul sikap-sikap yang mengarah pada; Antar keadaan masyarakat yg ditandai oleh pandangan sinis (negatif) terhadap sistem norma, hilangnya kewibawaan hukum, dan disorganisasi hubungan antara manusia; Psi gejala ketidakseimbangan psikologis yg dapat melahirkan perilaku menyimpang dalam berbagai manifestasi.
  • Antropologi: Ilmu yg mempelajari hasil karya, cipta, dan rasa manusia yg didasarkan pada karsa dan ciri-ciri fisik manusia.
  • Arbitrasi: Suatu cara peneyelesaian perselisihan dimana pihak yang berselisih mengundang pihak ketiga, yang keputusannya mengikat.
  • Ascribe Status: Status yang didapat dari bawaan (lahir).
  • Asimilasi: Proses perubahan pola kebudayaan utk menyesuaikan diri dengan mayoritas.
  • Asosiatif: Satuan sosial yang dilandasi oleh adanya kesamaan kepentingan atau dengan kata lain sekelompok orang yg mengorganisasikan dirinya untuk mencapai kepentingan bersama.
  • Asumsi Sasyarakat: Mengambil peranan masyarakat.
B
  • Badan Sosial: Sekelompok orang yang membentuk suatu kesatuan atau organisasi; berperan mengkordinasikan dan melaksanakan aktivitas masyarakat.
  • Bahasa: Sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasi diri (simbool).
  • Basic Intruction: Lembaga sosial yang sangat berperan dalam memelihara tata tertib kehidupan masyarakat.
  • Bilokal: Suatu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri diwajibkan tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat suami pada masa tertentu, dan di sekitar pusat kediaman kerabat istri pada masa lainnya.
  • Bimodus: Distribusi yang memiliki dua modus.
  • Borjuis (majikan): Lapisan pemilik atau penguasa alat-alat atau sarana produksi dalam masyarakat kapitalis
C
  • Cara (usage): Norma yang menunjuk pada suatu bentuk perbuatan. Suatu penyimpangan terhadap cara tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat, tetapi hanya celaan. Misalnya, orang mempunyai cara minum dan makan masing-masing pada waktu bertemu. Ada yang minum dan makan tidak mengeluarkan bunyi ada pula yang mengeluarkan bunyi sebagai pertanda kepuasannya. Cara yang terakhir biasanya dianggap tidak sopan, kalau cara tersebut dilakukan juga maka orang akan merasa tersinggung dan mencela cara minum tersebut.
  • Chaos: Kondisi kacau karena situasi anomi
  • Coding (koding): Kegiatan memberikan kode pada setiap data yang terkumpul di setiap instrumen. Tujuannya untuk memudahkan analisis dan penafsiran data.
  • Cold culture: Kebudayaan Timur dari sudut pandang Barat identik dengan budaya yang dingin dan kurang dinamis.
  • Community: Masyarakat dalam pengertian natural yang ditandai oleh adanya persamaan tempat tinggal.
  • Confidence: Perasaan yakin atau pedoman perasaan keyakinan.
  • Connubium circulation (asymetric): Hubungan perkawinan terdiri dari dua klan yang hanya mempunyai satu kedudukan sebagai pemberi atau penerima gadis.
  • Connubium symetric: Hubungan perkawinan antara dua klan, dimana antara dua klan tersebut saling tukar menukar jodoh bagi pemudanya.
  • Consensus (konsensus): Kesepakatan atau pemufakatan bersama yang dicapai melalui kebulatan suara.
  • Consolidated Social Structure: Jika terjadi tumpang tindih parameter (tolok ukur) dan mengakibatkan penguatan identitas penguatan identitas keanggotaan dalam sebuah kelompok sosial.
  • Cultural activity: Kegiatan kebudayaan yang dimiliki/dilakukan oleh masyarakat setempat.
  • Cultural transmission: Alih budaya.
  • Cultural universal: Unsur-unsur kebudayaan yang terdiri atas sistem bahasa, sistem pengetahuan, sistem kekerabatan dan organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup, sistem religi, dan system kesenian.
  • Culture (kebudayaan): Keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.
  • Cyclical theories: Teori yang melihat bahwa suatu perubahan sosial itu tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun, karena dalam setiap masyarakat terdapat perputaran atau siklus yang harus diikutinya. Menurut teori ini kebangkitan dan kemunduran suatu kebudayaan atau kehidupan sosial merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari.
D
  • Diasosiatif: Proses yg memecah-belah.
  • Diferensiasi Sosial: Diferensiasi pekerjaan, peranan ,prestise, kekuasan dan kelompok dalam masyarakat yg sesuai dengan fungsi.
  • Discovery: Pengakuan terhadap adanya gejala-gejala maupun hubungan yg sebelumnya tak terduga.
  • Difusi (diffusion): kelompok lainnya atau dari suatu masyarakat ke masyarakat lainnya. Penyebaran unsur-unsur budaya dari suatu kelompok ke kelompok lainnya atau dari suatu masyarakat ke masyarakat lainnya.
  • Disintegrasi Sosial: Proses terpecahnya suatu kelompok sosial menjadi unit-unit kecil shg kehilangan ciri keorganisasiannya serta kepentingan bersama.
  • Diskriminasi: Memperlakukan orang secara berbeda atas dasar alasan-alasan yg tidak relevan.
  • Dominasi: Interaksi sosial dalam bentuk suatu kelompok menguasai kelompok lain. Interaksi sosial dalam bentuk suatu kelompok menguasai kelompok lain.
E
  • Eksistensi: Keberadaan.
  • Eksternalisasi: Proses pembentukan pengetahuan latar belakang yang tersedia untuk dirinya serta untuk orang lain.
  • Eksogami: Perkawinan yang dilakukan dengan seseorang yang berasal dari luar lingkungan, luar desa, luar marga, atau luar ras.
  • Epistemologi: Studi tentang masalah-masalah yg berkaitan dgn hakikat kemungkinan batasan dan sumber daya pengetahuan.
  • Ethology: Studi teoritis terhadap masyarakat sederhana.
  • Etika: Berkenaan dengan pandangan orang lain terhadap suatu masyarakat dengan mempergunakan konsep-konsep dan penjelasan-penjelasan ilmiah pengamat.
  • Etnosentris: Penilaian yg baik terhadap sikap sikap dan pola perilaku kelompok sendiri.
F
  • Fakta: Unsur realita yg terbukti / dapat dibuktikan.
  • Fakta Sosial: Pola-pola atau sistem yang memengaruhi cara manusia bertindak, berpikir, dan merasa. Fakta sosial tersebut berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa atau mengendalikan individu tersebut.
  • Fanatisme: Suatu aliran yg terlalu keras (kuat) dalam memegang keyakinannya terhadap suatu ajaran yg dianutnya jadi hanya berpandangan dari satu pihak saja.
  • Feodal: Berhubungan dengan susunan masyarakat yang dikuasai oleh kaum bangsawan.
  • Feodalisme: Struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik yang dijalankan kalangan bangsawan/monarki untuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin lokal sebagai mitra.
  • Filsafat: Ilmu yg mencari kebenarannya melalui jalan pikiran yg berintikan pada logika, estetika, metafisika, dan epistemologi.
  • Fungsionalisme: Teori yg menekankan bahwa unsur-unsur di dl suatu masyarakat atau kebudayaan itu saling bergantung dan menjadi kesatuan yg berfungsi; doktrin atau ajaran yg menekankan manfaat kepraktisan atau hubungan fungsional; Ling gerakan linguistik yg beranggapan bahwa struktur fonologis, gramatikal, dan semantis ditentukan oleh fungsi yg dijalankan dalam masyarakat, dan bahwa bahasa itu sendiri mempunyai fungsi yg beraneka ragam.
G
  • Game stage (tahap siap bertindak): Tahap dimana seorang anak mengetahui peran yang harus dijalankannya serta mengetahui peran yang harus dijalankan oleh orang lain yang berinteraksi dengannya.
  • Gender: Perbedaan antara pria dan wanita berdasarkan faktor psikologis, sosial, dan kebudayaan.
  • Genealogis: Kajian tentang keluarga dan penelusuran jalur keturunan serta sejarahnya.
  • General institution: Lembaga sosial yang dikenal secara luas oleh masyarakat, baik dalam skala nasional maupun internasional.
  • General welfare: Kesejahteraan umum.
  • Generalisasi: Proses memperoleh suatu kesimpulan umum.
  • Globalisasi: Keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
  • Glokalisasi: Masyarakat lokal menangkap pengaruh global dan mengubahnya menjadi sesuatu yang cocok dan dapat diterima oleh selera lokal
H
  • Harmoni Sosial: Suatu kondisi dimana individu hidup sejalan dan serasi dengan tujuan masyarakatnya.
  • Hedonisme: Paham yang melihat bahwa kesenangan atau kenikmatan menjadi tujuan hidup dan tindakan manusia.
  • Heterogami: Perkawinan dengan orang yang status sosialnya berbeda.
  • Hipotesa: Jawaban sementara atas suatu penelitian.
  • Hipotesis: Suatu pendapat yang sifatnya masih sederhana atau sementara, yang harus dibuktikan kebenarannya dalam penelitian.
  • Hipotesis: Semua hipotesis yang dirumuskan oleh peneliti, baik yang bersifat relasional maupun deskriptif. Hipotesis ini merupakan penerjemahan hipotesis penelitian secara oprasional.
  • Homogami: Perkawinan dengan orang yang status sosialnya sama.
  • Hubungan asimetris: Jenis hubungan antarvariabel dimana variabel yang satu berhubungan dengan variabel lainnya namun bukan
  • merupakan timbal balik.
  • Hubungan simetris: Jenis hubungan dalam permasalahan asosiatif dimana variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh yang lainnya.
  • Hubungan timbal balik: Apabila dua variabel saling mempengaruhi secara timbal balik (Dua arah)
I
  • Identifikasi: Orientasi terhadap nilai, norma, dan pola perilaku pihak lain.
  • Ilmu Pengetahuan: Suatu kerangka (knowledge) yang tersusun secara sistematis dan teruji kebenarannya, yg diperoleh melalui suatu penelitian ilmiah.
  • Imitasi: Proses meniru perilaku pihak lain.
  • Induksi/induktif: Proses berpikir dengan mempergunakan premis-premis khusus, kemudian bergerak menuju premis umum;proses berpikir dari hal-hal yang khusus menuju ke yang umum.
  • Inovasi: Suatu unsur kebudayaan yang baru.
  • Integrasi Sosial: Taraf interpendensi antara unsur-unsur sosial.
  • Interaksi Sosial: Proses sosial yg menyangkut interaksi antar pribadi, kelompok, dan antara pribadi dgn kelompok.
  • Intimidasi: Ancaman/gertakan/tindakan untuk menakut-nakuti terhadap orang lain agar ia mau berbuat sesuatu.
  • Invention: Suatu proses inovasi yg merupakan sintese dari unsur-unsur kebudayaan yang ada.
  • Integrasi: Pembauran hingga menjadi kesatuan utuh.
  • Integrasi fungsional: Integrasi sosial yang terbentuk karena ada fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat.
  • Integrasi sosial: Proses penyesuaian di antara unsur-unsur sosial yang berbeda-beda sehingga membentuk suatu kesatuan masyarakat yang serasi.
J
  • Jati diri: Kepribadian yang telah melembaga dalam pikiran dan hati nurani manusia yang diperoleh dari proses belajar dan merupakan sumber dalam perilaku.
K
  • Kasta: Golongan (tingkat/derajat) manusia di masyarakat agama hindu yg membedakan manusia berdasarkan pekerjaannya.
  • Kapitalisme: Sistem ekonomi yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga terjadi suatu kebebasan berkontrak, kebebasan keuntungan dan pemilikan pribadi, kebebasan melakukan akumulasi modal dan investasi, terdapat mekanisme sistem upah, mekanisme sistem pasar yang sangat ditentukan oleh penawaran dan permintaan, dan adanya persaingan bebas.
  • Kebudayaan: Hasil karya, rasa, dan cipta manusia yang didasarkan pada karsa.
  • Kerja Sama: Jaringan interaksi untuk mencapai tujuan bersama.
  • Kekuasaan: Kemampuan untuk menguasai dan memerintah berdasarkan kewibawaan, wewenang, kharisma, atau kekuatan fisik.
  • Kelompok: Himpunan dari beberapa orang individu yang satu sama lain saling berhubungan secara teratur, saling memperhatikan dan menyadari akan adanya manfaat kebersamaan. Ciri yang mendasar dari kelompok yaitu dengan adanya sesuatu hal yang dianggap milik bersama.
  • Koalisi: Kerja sama antara kelompok-kelompok yang berbeda untuk kepentingan pertahanan.
  • Komunikasi: Proses penyampaian pesan dari satu pihak kepada pihak lain sehingga terjadi pengertian bersama.
  • Konflik: Proses pencapaian tujuan dengan cara melemahkan pihak lawan, tanpa memperhatikan norma dan nilai yg berlaku.
  • Konflik status: Pertentangan antara dua status yang saling berbeda dalam diri seseorang, yang disebabkan adanya kepentingan dari statusstatus yang saling bertentangan.
  • Konsensus: Kesepakatan kata atau permufakatan bersama yang dicapai melalui kebulatan suara.
  • Konsumerisme: Paham/gaya hidup yang menganggap barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, gaya hidup tidak hemat.
  • Kontak Sosial Primer: Hubungan langsung atau tatap muka.
  • Kontak Sosial Sekunder: Kontak atau hubungan impersonal.
L
  • Labelling: Pemberian nama atau konotasi buruk.
  • Liberal: Sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama.
  • Liberalisme: Paham/ajaran yang menekankan pada kebebasan individu.
  • Logika: Berasal dari kata Yunani kuno logos yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.
  • Lower class (kelas sosial bawah): Kelompok orang miskin yang masih belum dapat memenuhi kebutuhan primer.
  • Loyalitas: Keteguhan komitmen untuk bertahan secara terus-menerus.

M
  • Masalah Sosial: Suatu keadaan dimana cita-cita warga masyarakat tidak terpenuhi krn keadaan sosial dalam masyarakat.
  • Masyarakat: Sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.
  • Masyarakat: Suatu sistem sosial yg menghasilkan kebudayaan.
  • Mediasi: Metode penyelesaian sengketa, dimana pihak-pihak yang bersengketa memeinta bantuan pihak ketiga yang keputusannya tidak mengikat.
  • Metode Penelitian: Cara kerja yg diterapkan dalam sebuah penelitian atau cara pengumpulan data.
  • Mobilitas Sosial: Gerak dari suatu posisi sosial ke posisi sosial lainnya.
  • Modernisasi: Upaya untuk mengganti sesuatu menjadi baru/sesuai perkembangan jaman.
  • Multikultural: keanekaragaman budaya.
N
  • Nasionalisme: Suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
  • Nilai: Konsepsi-konsepsi abstrak di dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik atau buruk.
  • Non etis: Tidak sesuai dengan etika.
  • Norma: Kaidah yg mengatur perilaku kelompok umum tertentu.
O
  • Objektif: Setiap hasil bernilai positif bagi pembuat keputusan.
  • Observasi: Pengamatan terhadap perilaku manusia dalam keadaan alamiah.
  • Oposisi: Tidak adanya kerja sama.
  • Otoritas: Kekuasaan yang sah yang diberikan kepada lembaga di masyarakat yang memungkinkan para pejabatnya menjalankan fungsinya.
P
  • Pemimpin: Seseorang yg mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain sehingga mengikuti kemauannya.
  • Penyimpangan Sosial: Suatu perilaku yg diekspresikan oleh seorang atau beberapa orang anggota masyarakat yg secara sadar atau tidak disadari, tidak menyesuaikan dgn norma yg berlaku dalam masyarakat tempay ia tinggal.
  • Pluralisme: Konsepsi yg menegaskan adanya pelbagai prinsip, ruang lingkup dan bentuk realitas yg tidak mungkin dikurangi lagi.
  • Pranata sosial: Sistem norma/aturan yg menyangkut suatu aktivitas masyarakat yg bersifat khusus bisa juga disebut institusi.
  • Prestise: Pengakuan sosial terhadap kedudukan tertentu.
  • Prestise: Peranan sosial terhadap kedudukan tertentu, tingkatan tertentu pada posisi yg dihormati.
  • Primordialisme: Suatu paham/pemikiran yg mengutamakan pada tempat yg pertama kepentingan suatu kelompok/komunitas masyarakat.
Q
  • Questionaire : dalam sosiologi adalah pertanyaan-pertanyaan atau kuesioner.
R
  • Ras: Pengelompokan manusia berdasarkan warna kulit dan fisik tubuh tertentu yang diturunkan secara turun-temurun.
  • Ras Kaukasoid: Ras yang diduga berasal dari pegunungan Kaukasus di Eropa. Kaukasoid menurunkan bangsa-bangsa di Eropa.
  • Ras Mongoloid: Ras yang berasal dari daerah Mongol. Mongolid menurunkan bangsa bangsa Asia.
  • Ras Negroid: Penduduk asli wilayah Afrika dan sebagian wilayah Asia.
  • Rasionalitas: Bersifat rasional; tindakan sosial yang dilakukan dengan sadar dan mengarah ke orang lain untuk tujuan tertentu.
  • Realitas sosial: Kenyataan yang dapat dilihat dalam kehidupan manusia yang terwujud sebagai hasil hubungan yang terjalin di antara sesama manusia.
  • Religi: Sistem yang terdiri atas konsep-konsep yang dipercaya dan menjadi keyakinan secara mutlak suatu umat dan upacaraupacara beserta pemuka agama yang melaksanakannya, seperti agama dan kepercayaan, animisme, dinamisme, dan lain sebagainya.
  • Representatif: Sesuai dengan fungsinya sebagai wakil.
  • Represif: Pengendalian sosial yang dilakukan setelah penyimpangan terjadi agar keadaan menjadi normal kembali.
  • Republik: Bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang presiden.
  • Responden: Semua orang baik secara individu maupun kolektif yang akan dimintai keterangan yang diperlukan oleh pencari data.
  • Revolusi: Perubahan secara cepat, perubahan tersebut mampu mengenai dasar-dasar ataupun sendi-sendi pokok dari kehidupan masyarakat, dan terjadi bisa melalui perencanaan maupun tidak.
S
  • Sanksi: Suatu rangsangan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan.
  • Simpati: Reproduksi di dalam diri sendiri mengenai penderitaan pihak lain dan kasih sayang yg timbul sbg akibatnya.
  • Sistem sosial: Sistem yg terdiri dari elemen-elemen sosial atau sistem aksi dimana aksi-aksi yg mandiri dilakukan oleh individu yg berinteraksi.
  • Sosialisasi: Proses mengkomunikasikan kebudayaan kpd masyarakat yg baru.
  • Sosialisasi: Usaha untuk mengubah milik perseorangan menjadi milik umum (milik negara): tradisi tidak memperlancar proses perusahaan milik keluarga; proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dl lingkungannya. 
  • Status Sosial: Prestise umum dari seseorang dalam masyarakat.
  • Stratifikasi Sosial: Sistem hirarki kelompok di dalam masyarakat.
  • Subyektif: Menurut pandangan sendiri, tidak langsung mengenai halnya.
  • Sugesti: Objek dari penerimaan yg tidak didasarkan pada penalaran.
  • Sosiologi: Pengetahuan atau ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat; ilmu tentang struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya.
T
  • Takhayul: Suatu anggapan yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya sehingga menimbulkan suatu ketidakpastian.
  • Teori Fungsionalis: Teori ini memandang bahwa setiap elemen masyarakat memberikan fungsi terhadap elemen masyarakat lain. Perubahan yang muncul di suatu bagian masyarakat akan menimbulkan perubahan pada bagian yang lain.
  • Teori Interaksi Simbolik: Teori yang menyatakan masalah sosial sebagai interaksi simbolis antara individu yang tidak mempunyai masalah sosial dan individu yang mempunyai masalah sosial yang mengarahkan individu yang tanpa masalah berperilaku seperti individu yang bermasalah.
  • Teori ketergantungan: Melihat bahwa ada ketergantungan secara ekonomi antara negara-negara dunia ketiga dan negara-negara industri.
  • Teori Konflik: Teori yang menyatakan bahwa konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial.
  • Teori Modernisasi: Melihat bahwa perubahan negara-negara terbelakang akan mengikuti jalan yang sama dengan negara industri di Barat.
  • Teori Sosial: Ajaran tenteng kaidah atau asas suatu ilmu pengetahuan sosial.
  • Teori: Pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi; atau penyelidikan eksperimental yang mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, argumentasi.
  • Toleransi: Sikap yang merupakan perwujudan penahanan diri terhadap sikap pihak lain yang tidak setuju.
U
  • Unilinear theories of evolution: Berpendapat bahwa manusia dan masyarakat termasuk kebudayaannya akan mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks dan akhirnya sampai ke tahap yang sempurna.
  • Urbanisasi: Perpindahan penduduk dari desa ke kota karena daya tarik kota atau tekanan penduduk di daerah pedesaan.
  • Utopis: Bersifat khayal, orang yang mengimpikan dan merencanakan pembaharuan, namun tidak pernah terwujud.
V
  • Variabel antara: Suatu faktor yang secara teoritik berpengaruh terhadap fenomena yang diamati, akan tetapi variabel itu sendiri tidak dapat dilihat, diukur, maupun dimanipulasikan sehingga efeknya terhadap fenomena yang bersangkutan harus disimpulkan dari efek variabel bebas dan variabel moderator.
  • Variabel bebas: Suatu variabel yang variasinya mempengaruhi variabel lainnya.
  • Variabel interval: Variabel yang mempunyai jarak jika dibandingkan dengan variabel lain, sedangkan jarak itu sendiri dapat diketahui dengan pasti melalui pengukuran.
  • Vested interest: Kepentingan yang tertanam kuat yang menghalangi terjadinya perubahan dalam masyarakat.
  • Violent offenses: Kejahatan yang disertasi kekerasan
W
  • Wawancara: Proses memperoleh keterangan untuk penelitian dengan cara tanya jawab secara langsung antara si penanya yang disebut pewawancara dengan si penjawab yang disebut responden atau informan.
  • Westernisasi: Budaya barat yang menggerus budaya asli (kebarat-baratan).
  • Wewenang: Hak dan kekuasaan yang dipunyai untuk melakukan sesuatu.
  • White Collar Crime (Kejahatan Kerah Putih): Kegiatan kriminal yang dilakukan oleh orang-orang dari status sosial yang tinggi yang melakukan kejahatan mereka dalam konteks pekerjaan mereka.
X
  • Xenofobia: Anti orang asing, ketakuan yang tidak wajar terhadap orang asing.
  • Xenosentrisme: Sikap yang lebih menyenangi padangan atau produk asing. Lawan kata dari Xenofobia
Y
  • Yudikatif: Salah satu lembaga hukum yang memberikan penanganan atau penengah antara penegak hukum satu dan lainnya.
Z
  • Zwerk rasional: merupakan rasional instrumental dilakukan secara langsung / tidak langsung


Penutup

Itulah beberapa Kosa Kata Kamus Sosiologi Lengkap dari A sampai Z. Jika ada hal yang ingin ditanyakan terkait isi artikel di atas, silahkan komen di kolom komentar di bawah ini. Semoga bermanfaat! :)
Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kosa Kata Kamus Sosiologi Lengkap dari A Sampai Z"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel