.

TEORI HEGEMONI ANTONIO GRAMSCI

Hegemoni berasal dari akar kata bahasa Yunani hegeisthai (to lead atau shidouken) yang artinya memimpin, kepemimpinan, ataupun kekuasaan yang melebihi kekuasaan yang lain
TEORI HEGEMONI

Hegemoni berasal dari akar kata bahasa Yunani hegeisthai (to lead atau shidouken) yang artinya memimpin, kepemimpinan, ataupun kekuasaan yang melebihi kekuasaan yang lain. Dengan demikian, secara leksikografis hegemoni mempunyai arti ‘kepemimpinan’. Namun, dalam kehidupan sehari-hari istilah hegemoni dikaitkan dengan dominasi.

Istilah hegemoni sendiri sering dikacaukan dengan istilah ideologi karena terdapat unsur kepemimpinan dan persetujuan dari kelompok yang dihegemoni. Hal ini sangat berbeda, karena dalam hegemoni yang mempunyai struktur lebih kompleks dapat terkandung ideologi, namun belum tentu sebaliknya (Ratna, 2010:175). Hegemoni juga banyak dipakai oleh para ahli sosiologi untuk menggambarkan suatu usaha mempertahankan kekuasaan. Artinya, bagaimana kelompok yang mendominasi berhasil mempengaruhi kelompok yang didominasi untuk menerima nilai-nilai moral, politik, dan budaya dari kelompok berkuasa.


Teori hegemoni yang dicetuskan Antonio Gramsci adalah Sebuah pandangan hidup dan cara berpikir yang dominan
TEORI HEGEMONI GRAMSCI

Teori hegemoni yang dicetuskan Antonio Gramsci adalah Sebuah pandangan hidup dan cara berpikir yang dominan, yang di dalamnya sebuah konsep tentang kenyataan disebarluaskan dalam masyarakat baik secara institusional maupun perorangan; (ideologi) mendiktekan seluruh cita rasa, kebiasaan moral, prinsip-prinsip religius dan politik, serta seluruh hubungan-hubungan sosial, khususnya dalam makna intelektual dan moral.

Gramsci menjelaskan bahwa hegemoni merupakan sebuah proses penguasaan kelas dominan kepada kelas bawah, dan kelas bawah juga aktif mendukung ide-ide kelas dominan. Di sini penguasaan dilakukan tidak dengan kekerasan, melainkan melalui bentuk-bentuk persetujuan masyarakat yang dikuasai.

Bentuk-bentuk persetujuan masyarakat atas nilai-nilai masyarakat dominan dilakukan dengan penguasaan basis-basis pikiran, kemampuan kritis, dan kemampuan-kemampuan afektif masyarakat melalui konsensus yang menggiring kesadaran masyarakat tentang masalah-masalah sosial ke dalam pola kerangka yang ditentukan lewat birokrasi (masyarakat dominan). Di sini terlihat adanya usaha untuk menaturalkan suatu bentuk dan makna kelompok yang berkuasa.

Dengan demikian mekanisme penguasaan masyarakat dominan dapat dijelaskan sebagai berikut: Kelas dominan melakukan penguasaan kepada kelas bawah menggunakan ideologi. Masyarakat kelas dominan merekayasa kesadaran masyarakat kelas bawah sehingga tanpa disadari, mereka rela dan mendukung kekuasaan kelas dominan.

Sebagai contoh dalam situasi kenegaraan, upaya kelas dominan (pemerintah) untuk merekayasa kesadaran kelas bawah (masyarakat) adalah dengan melibatkan para intelektual dalam birokrasi pemerintah serta intervensi melalui lembaga-lembaga pendidikan dan seni.

John Storey menjelaskan konsep hegemoni untuk mengacu kepada proses di mana kelas dominan tidak hanya mengatur namun juga mengarahkan masyarakat melalui pemaksaan “kepemimpinan” moral dan intelektual.

Hegemoni terjadi pada suatu masyarakat di mana terdapat tingkat konsensus yang tinggi dengan ukuran stabilitas sosial yang besar di mana kelas bawah dengan aktif mendukung dan menerima nilai-nilai, ide, tujuan dan makna budaya yang mengikat dan menyatukan mereka pada struktur kekuasaan yang ada.


Referensi
Gramsci, Antonio. Selections from The Prison Notebooks of Antonio Gramsci. NY: International Publishers, 1995

0 Response to "TEORI HEGEMONI ANTONIO GRAMSCI"

Post a Comment